Kali ini curhat sedikit deh, tentang masalah hati atau yang dalam bahasa latinnya biasa disebut asmara, hehe. Begini-begini nih, saya juga pernah dan bisa jatuh cinta juga loh. :P
Masalah cinta itu sampai kapan pun pasti akan menyakitkan yah. Begini ceritanya. Ada seorang cowok dan seorang cewe, sebut saja yang cowok namanya D dan yang cewek namanya H, dan sekitar setahun lebih yang lalu mereka mulai sering saling berkomunikasi melalui sms (selama ini lewat friendster, lalu pindah ke facebook). Setelah lama kenal, melalui berbagai kejadian, akhirnya mulai timbul semacam perasaan tertarik (atau apalah namanya) dalam diri D. Dan sepertinya H pun merasakan yang sama. Semakin sering mereka saling sms dan mereka menjadi semakin dekat. Dan bahasa sms mereka juga mulai mirip orang pacaran. Dan tak tahu kenapa, sepertinya nama D juga mulai terkenal di antara teman-teman dan saudara-saudara H (D cuma kenal salah seorang dari kakak H yang kebetulan pernah sekelas dengannya di SMA). Kebetulan H adalah anak paling bungsu (alias paling kecil).
Tapi D tahu kalau kakak-kakak H kurang setuju kalau dia pacaran (dia sendiri masih sekolah), dan memang dia juga pernah bilang begitu pada D. D sendiri kurang begitu peduli mengenai hal itu. Tapi entah kenapa, lama-kelamaan H semakin menjauh, D merasa H menghindarinya. Ketika ditanya, awalnya H tak mau menjawab, tapi akhirnya dia mengaku juga kalau dia memang sengaja menghindari D. Katanya dia belum mau pacaran dulu, ingin fokus di sekolah dan mengejar cita-citanya dulu. Entah apa cita-citanya karena dia sama sekali tak mau memberitahu D (sehingga D kurang percaya pada alasannya itu).
Namun, apa yang bisa dilakukan? D juga tak bisa memaksanya. Terus-terang, rasanya pedih sekali. Tak salah kalau dibilang perempuan itu makhluk yang paling aneh di dunia ini. D tak pernah berhasil mengerti apa yang dipikirkan kaum hawa. Yah, katanya perempuan ingin dimengerti, tapi kenyataannya perempuan sendirilah yang menyulitkan kaum adam untuk mengerti mereka. Itulah yang dirasakan D. Dia tak tahu apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan H. Padahal sebelumnya sikap H benar-benar memberi harapan penuh padanya. Tapi yang dia tahu sekarang H benar-benar berusaha menjauhinya, dia mulai ketus padanya. Semuanya mendadak menjadi harapan kosong. D ditinggalkan seorang diri. Yang tersisa hanya kenangan ketika mereka dekat. Pedih rasanya sampai ingin menangism dan memang dia menangis....
Meski begitu, D masih tetap mengiriminya sms, menanyakan kabarnya. Jawabannya masih tetap ketus. Anehnya, kadang-kadang kalau D sedang online YM, H sendiri yang memulai chat dengannya. Pernah ketika mereka sedang chat, D menggambar sebuah hati di doodle. Kalau tak salah, bahan obrolan saat itu membuat D agak sedih. Jadi, D menggambar garis di tengah gambar hati tersebut, sehingga hati tersebut menjadi seperti retak (broken heart). Tapi H malah melakukan hal yang tak terduga, dia menghapus garis yang digambar D tadi sehingga gambar hati tersebut kembali utuh. Aneh 'kan?
D berharap H akan kembali lagi seperti dulu, tapi kenyataannya malah semakin menyakitkan. Suatu hari ketika H sedang bad mood, D bertanya ada apa dengannya. H tidak mau menjawab sama sekali, katanya itu bukan urusannya. D berkata pada H bahwa dia peduli padanya. Balasannya mengiris hati, kira-kira seperti ini, "Jangan peduli padaku, please...." D kehilangan kata-kata.....



